Selasa, 11 Januari 2011

ada setetes rindu dalam darahku...
mencairkan resah yang membeku

tersirat seutas kasih dalam nadimu...
mengikat erat amarah yang terpecah

resahku,,
murkamu,,
perlahan surut seperti ombak yang berdesir
perlahan di bibir pantai

ahh,,,, andai kau bisa merasakannya
kita bukan saja satu

...

sayang, aku ingin bercerita, sedikit tentang lelahku..
ku tau kau pun juga, lelah.. teramat lelah

sayang, ada airmata lagi malam ini
yang jadi saksi kegundahan hati
kurasa kau pun sama, resah...

masih sanggupkah kau, sayang?
masih tersisakah tenagamu?
masih kuatkah kakimu?

aku mengerti, bahkan sangat mengerti kamu, sayang..
dengan semua ini,, lelahmu,,
gundahmu, takutmu..
semua milikku juga.
kita sama, bukan?

kuatkah jika kita bersama?

genggam tanganku, jangan lepaskan..
rangkul pundakku, saling menopang..
biar kalah lelah itu...

berjalan disampingku..
tersenyumlah..
biar sirna resah itu..

sayang,,
jangan biarkan air mata ini terjatuh lagi..
tanpa senyuman di hati...

tentang warna

dimana merah?
biru menghilang
hijau lenyap
hey,, kemana kau kuning?

jangan tinggalkan aku
aku masih butuh kalian!

oranye, kembali!
pink, jangan pergi...
ungu, tetaplah disini

temani aku
aku gak' mau sendiri
aku benci gelap!

kenapa kalian pergi?
bosankah warnai duniaku?
kini tinggal hitam dan putih,, sepi...
duniaku kelabu...

aku butuh kalian.. kembalilah!!
warnai duniaku!!!

puisi anak langit

aku anak langit
biru memutih kala pagi
merona kala senja
dan memudar gelap kala malam

aku anak langit
tak pernah sendiri
senang bercengkrama dengan angin
berkejaran bersama awan
ditemani mentari yang selalu setia pada bulan dan bintang

aku anak langit
luas membentang
tanpa penopang

aku anak langit
aku anak langit
aku anak langit